Langsung ke konten

Open API

Open API digunakan untuk menghubungkan TENTA dengan sistem atau aplikasi lain.

Dengan API, data dan aktivitas tertentu di TENTA dapat diakses atau digunakan oleh sistem eksternal sesuai kebutuhan integrasi.

Open API biasanya digunakan oleh tim developer atau tim teknis yang ingin membuat koneksi antara TENTA dan sistem bisnis lainnya.

Open API digunakan ketika bisnis membutuhkan integrasi khusus yang tidak cukup dilakukan dari dashboard biasa.

Gunakan Open API untuk:

  • Menghubungkan TENTA dengan sistem internal bisnis.
  • Mengirim atau mengambil data dari TENTA.
  • Menghubungkan TENTA dengan aplikasi lain.
  • Membuat proses otomatis antar sistem.
  • Membantu kebutuhan teknis yang membutuhkan akses data melalui API.

API TENTA membantu sistem lain berkomunikasi dengan TENTA.

Fungsi API dapat digunakan untuk kebutuhan seperti:

  • Mengirim data ke TENTA.
  • Mengambil data tertentu dari TENTA.
  • Membantu integrasi percakapan pelanggan.
  • Menghubungkan data customer dengan sistem lain.
  • Mendukung otomatisasi proses bisnis.

API membuat TENTA lebih fleksibel untuk digunakan bersama sistem yang sudah dimiliki bisnis.

Open API biasanya digunakan oleh pihak yang memiliki pemahaman teknis.

Pengguna API dapat berupa:

  • Developer.
  • Tim IT.
  • Tim teknis internal.
  • Partner integrasi.
  • Vendor sistem yang bekerja sama dengan bisnis.

Pengguna API perlu memahami cara kerja request, endpoint, authentication, dan pengelolaan data agar integrasi berjalan aman.

Beberapa contoh kebutuhan integrasi menggunakan Open API:

  • Menghubungkan TENTA dengan CRM internal.
  • Mengirim data customer dari sistem lain ke TENTA.
  • Mengambil daftar percakapan untuk kebutuhan laporan internal.
  • Menghubungkan TENTA dengan sistem penjualan.
  • Membuat dashboard internal berdasarkan data dari TENTA.
  • Mengirim data dari website bisnis ke TENTA.

Setiap integrasi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan kemampuan teknis sistem yang digunakan.

  • Open API sebaiknya digunakan oleh tim yang memahami teknis integrasi.
  • Pastikan akses API hanya diberikan kepada pihak yang berwenang.
  • Jangan membagikan token atau API key sembarangan.
  • Gunakan API sesuai kebutuhan agar tidak terjadi penggunaan berlebihan.
  • Dokumentasikan integrasi yang dibuat agar mudah dirawat di kemudian hari.

Cek endpoint, token, format request, dan koneksi sistem yang digunakan.

Pastikan data yang dikirim atau diambil sudah sesuai dengan format yang dibutuhkan.

Cek kembali authentication dan izin akses API.

Periksa penggunaan API dan pastikan tidak melebihi batas request yang berlaku.

Setelah memahami Open API, lanjutkan ke halaman berikutnya: